Kenapa Berat Badan Susah Naik? Kenali Penyebabnya

Kenapa Berat Badan Susah Naik

Sudah merasa makan dalam porsi banyak, tetapi angka di timbangan tidak kunjung bertambah? Kondisi ini mungkin membuat sebagian orang bertanya-tanya, kenapa berat badan susah naik meskipun asupan makanan sehari-hari terasa cukup.

Berat badan seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari jumlah kalori yang dikonsumsi, aktivitas fisik, faktor genetik, hingga kondisi kesehatan tertentu. Artinya, sulit menaikkan berat badan tidak selalu disebabkan oleh kurang makan.

Dalam beberapa kasus, tubuh memang memiliki kebutuhan energi yang lebih tinggi. Namun, ada pula kondisi tertentu yang memengaruhi nafsu makan, proses pencernaan, atau penyerapan nutrisi.

Lantas, apa saja penyebab berat badan susah naik? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Asupan Kalori Belum Mencukupi Kebutuhan Tubuh

Salah satu penyebab berat badan sulit bertambah adalah asupan kalori yang belum memenuhi kebutuhan energi harian.

Sebagian orang merasa sudah makan banyak, padahal jumlah kalori yang dikonsumsi belum tentu lebih besar daripada energi yang digunakan tubuh untuk beraktivitas dan menjalankan fungsi dasarnya.

Misalnya, seseorang memiliki aktivitas fisik yang cukup tinggi, tetapi porsi makan dan frekuensi makannya tidak bertambah. Akibatnya, energi yang masuk mungkin hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga tidak ada kelebihan energi yang mendukung penambahan berat badan.

Selain jumlah makanan, komposisi nutrisi juga perlu diperhatikan. Pola makan yang kurang bervariasi dapat membuat kebutuhan zat gizi tertentu tidak terpenuhi.

2. Aktivitas Fisik Terlalu Tinggi

Aktivitas fisik turut memengaruhi jumlah energi yang dibutuhkan tubuh.

Orang yang sering berolahraga, memiliki pekerjaan yang mengharuskan banyak bergerak, atau melakukan aktivitas fisik intens dapat membakar lebih banyak kalori dibandingkan orang dengan aktivitas yang lebih ringan.

Jika asupan makanan tidak disesuaikan dengan kebutuhan energi tersebut, berat badan mungkin sulit bertambah.

Hal ini bukan berarti aktivitas fisik harus dihentikan. Olahraga tetap penting untuk menjaga kesehatan dan membangun massa otot. Namun, keseimbangan antara asupan energi dan aktivitas perlu diperhatikan.

3. Faktor Genetik dan Metabolisme Tubuh

Faktor genetik juga dapat memengaruhi bentuk tubuh, berat badan, serta kecenderungan seseorang untuk memiliki tubuh yang lebih ramping.

Sebagian orang secara alami memiliki berat badan relatif rendah karena faktor keturunan. Perbedaan komposisi tubuh dan kebutuhan energi juga dapat membuat respons setiap orang terhadap asupan makanan tidak sama.

Selain itu, metabolisme berperan dalam proses tubuh menggunakan energi untuk menjalankan berbagai fungsi, seperti bernapas, mengatur suhu tubuh, dan mendukung aktivitas organ.

Meski demikian, anggapan bahwa setiap orang bertubuh kurus pasti memiliki metabolisme cepat tidak sepenuhnya tepat. Ada banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan sebelum menyimpulkan penyebabnya.

4. Nafsu Makan Rendah

Sulit menaikkan berat badan juga bisa berkaitan dengan kebiasaan makan dan nafsu makan yang kurang baik.

Beberapa orang mudah merasa kenyang, sering melewatkan waktu makan, atau tidak memiliki keinginan untuk makan dalam porsi yang cukup.

Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti:

  • Stres dan kecemasan.
  • Jadwal aktivitas yang padat.
  • Kurang tidur.
  • Efek samping obat-obatan tertentu.
  • Gangguan suasana hati.

Jika nafsu makan terus menurun, asupan energi dan nutrisi yang masuk ke tubuh juga berisiko tidak mencukupi kebutuhan harian.

5. Gangguan Pencernaan dan Penyerapan Nutrisi

Sudah makan dengan cukup, tetapi berat badan tetap sulit bertambah? Salah satu kemungkinan yang perlu diperhatikan adalah gangguan pada sistem pencernaan.

Tubuh membutuhkan sistem pencernaan yang berfungsi baik agar nutrisi dari makanan dapat dicerna dan diserap dengan optimal.

Beberapa kondisi, seperti penyakit celiac, penyakit radang usus (inflammatory bowel disease/IBD), dan gangguan penyerapan nutrisi, dapat memengaruhi kemampuan tubuh menyerap zat gizi.

Gejala yang mungkin menyertai antara lain:

  • Diare yang berlangsung lama.
  • Sering mengalami kembung atau sakit perut.
  • Mual dan muntah.
  • Perubahan pola buang air besar.
  • Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.

Apabila keluhan tersebut berlangsung terus-menerus, sebaiknya lakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya.

6. Kelenjar Tiroid Terlalu Aktif

Kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang berperan dalam mengatur metabolisme tubuh.

Ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon secara berlebihan, seseorang dapat mengalami hipertiroidisme. Kondisi ini membuat sejumlah proses metabolisme tubuh berlangsung lebih cepat dan meningkatkan kebutuhan energi.

Salah satu gejalanya adalah berat badan menurun meskipun nafsu makan meningkat.

Gejala lain yang dapat muncul meliputi:

  • Jantung berdebar lebih cepat.
  • Mudah berkeringat dan tidak tahan panas.
  • Tangan gemetar.
  • Sulit tidur.
  • Lebih sering buang air besar.
  • Mudah merasa lelah.

Hipertiroidisme merupakan salah satu kondisi medis yang dapat memengaruhi berat badan. Namun, gejala-gejala tersebut tidak cukup untuk memastikan diagnosis tanpa pemeriksaan dokter.

7. Diabetes yang Belum Terkontrol

Diabetes juga termasuk kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan berat badan sulit bertambah atau justru menurun.

Ketika kadar gula darah tinggi dan tubuh tidak dapat menggunakan glukosa dengan baik, tubuh dapat mengalami perubahan dalam penggunaan energi.

Pada diabetes yang belum terkontrol, tubuh dapat kehilangan kalori melalui urine dan menggunakan cadangan energi sebagai sumber bahan bakar.

Beberapa gejala yang perlu diperhatikan adalah:

  • Sering merasa haus.
  • Lebih sering buang air kecil.
  • Mudah lapar.
  • Mudah lelah.
  • Berat badan menurun tanpa disengaja.

Jika mengalami beberapa gejala tersebut, pemeriksaan kadar gula darah diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara lebih jelas.

8. Stres Berkepanjangan

Kondisi psikologis juga dapat memengaruhi berat badan.

Stres berkepanjangan dapat mengubah pola makan seseorang. Ada orang yang justru makan lebih sedikit ketika menghadapi tekanan, sementara sebagian lainnya mengalami perubahan kebiasaan makan yang tidak teratur.

Stres juga dapat memengaruhi kualitas tidur dan rutinitas sehari-hari. Jika berlangsung lama, kombinasi faktor tersebut dapat mengganggu pemenuhan kebutuhan energi dan nutrisi.

Karena itu, kesehatan mental dan pengelolaan stres juga perlu diperhatikan ketika seseorang mengalami kesulitan menaikkan berat badan.

9. Kondisi Kesehatan Kronis atau Efek Obat-obatan

Penyebab berat badan susah naik lainnya adalah kondisi kesehatan yang berlangsung dalam jangka panjang.

Beberapa penyakit dapat meningkatkan kebutuhan energi, mengurangi nafsu makan, atau mengganggu kemampuan tubuh menyerap nutrisi.

Selain penyakit, penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat memengaruhi nafsu makan dan berat badan sebagai efek samping.

Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan perubahan berat badan yang terjadi setelah memulai pengobatan tertentu.

Jangan menghentikan atau mengubah dosis obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Bagaimana Mengetahui Penyebab Berat Badan Susah Naik?

Mengetahui penyebab berat badan sulit bertambah tidak cukup hanya dengan melihat angka pada timbangan.

Ada beberapa hal yang dapat diperhatikan untuk membantu memahami kondisi tubuh, antara lain:

  1. Catat pola makan sehari-hari. Perhatikan frekuensi makan, porsi, serta variasi makanan yang dikonsumsi.
  2. Amati perubahan berat badan. Lakukan penimbangan secara berkala dalam kondisi yang relatif sama agar perubahan lebih mudah dipantau.
  3. Perhatikan aktivitas fisik. Evaluasi apakah aktivitas sehari-hari sudah sesuai dengan asupan energi.
  4. Kenali gejala yang menyertai. Perhatikan apakah ada keluhan seperti diare berkepanjangan, jantung berdebar, atau penurunan nafsu makan.
  5. Konsultasikan dengan tenaga medis. Dokter dapat membantu mengevaluasi riwayat kesehatan, pola makan, serta menentukan pemeriksaan yang diperlukan.

Indeks massa tubuh (IMT) juga dapat digunakan sebagai salah satu indikator awal untuk menilai status berat badan orang dewasa. Namun, hasilnya perlu dipertimbangkan bersama kondisi kesehatan dan komposisi tubuh secara keseluruhan.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Memiliki tubuh yang cenderung ramping tidak selalu menunjukkan adanya masalah kesehatan. Sebagian orang memang memiliki bentuk tubuh alami yang lebih kecil.

Namun, pemeriksaan medis sebaiknya dilakukan jika berat badan terus menurun tanpa perubahan pola makan atau aktivitas yang jelas.

Hal serupa berlaku jika kesulitan menaikkan berat badan disertai gejala seperti diare berkepanjangan, jantung berdebar, kelelahan berlebihan, sering haus, atau gangguan pencernaan.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan berdasarkan keluhan dan riwayat kesehatan. Pemeriksaan tersebut mungkin mencakup tes darah, pemeriksaan fungsi tiroid, kadar gula darah, atau pemeriksaan lain sesuai kebutuhan.

Mengetahui penyebabnya sejak dini dapat membantu menentukan penanganan yang lebih sesuai.

Kesimpulan

Kenapa berat badan susah naik? Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari asupan kalori yang belum mencukupi, aktivitas fisik tinggi, faktor genetik, hingga gangguan pencernaan dan kondisi medis tertentu.

Oleh karena itu, penting untuk tidak langsung menyimpulkan bahwa tubuh kurus hanya disebabkan oleh metabolisme yang cepat atau kurang makan.

Perhatikan pola makan, aktivitas, dan perubahan kondisi tubuh secara menyeluruh. Jika berat badan terus menurun atau disertai keluhan lain, konsultasikan dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *